Lomba Tumpeng HUT RI ke-71 dan Tasyakuran PR Sukun ke-69 Meriah

kolase hut sukun

 

KUDUS – Lomba tumpeng dalam rangka HUT RI ke-71 dan tasyakuran PR Sukun ke-69 di Sukun Sport Center berlangsung meriah. Sebanyak 12 tumpeng dari perwakilan karyawan ikut menyemarakkan lomba tersebut.

Ke-12 tumpeng tersebut berasal dari Tim Rumah Timur, Tim Rumah Barat, Tim Rumah Besar, Tim Sukun Tex, Tim Sukun Transport, Tim Produksi, Tim Lantai IV Kantor Pusat, Tim Lantai II Kantor Pusat, Tim Lantai 1 Kantor Pusat, Tim Satpam, Tim Sukun Druck, dan Tim Griyo Tengah.

Masing-masing tim diisi sedikitnya 10 personel. Mereka ramai-ramai menunjukkan tumpeng hasil kreasi mereka. Bentuknya unik-unik, tidak melulu bentuk kerucut atau layaknya gunung. Namun ada juga tumpeng kotak, dengan warna merah putih layaknya bendera RI.

Tumpeng-tumpeng itu kemudian dinilai oleh tim juri, yang dipimpin Chef S Setya Budi dari Semarang. Sedangkan juri lainnya adalah Burhamsyah R Wartono, Umi Tas’an Wartono, dan Armnima Y Wartono.

Di sela-sela penjurian, Chef Setya juga memaparkan bagaimana trik-trik dalam membuat tumpeng. Termasuk cara menghiasnya. Dan itu menjadi masukan yang bagus bagi masing-masing peserta.

”Ini rasanya ok, tapi ingkungnya (daging ayam) malah berwarna hitam. Memasaknya harus hati-hati dan perhatikan apinya,” kata Setya Budi.

Selain memberi tips, peserta lomba tumpeng juga diminta menjelaskan soal tumpeng yang dilombakan tersebut. Baik dari bahan-bahan, sampai maksud dan tujuan membuat tumpeng dengan bentuk yang sudah mereka pilih.

Sambil menungu penjurian, para peserta juga mengikuti lomba foto tumpeng di both yang sudah disediakan panitia. Uniknya, booth tersebut merupakan replika benda bersejarah PR Sukun.

”Truk ini ada replika truk pertama kali PR Sukun. Saat ini truknya masih. Tapi fungsinya sudah tidak mengangkut barang melainkan sebagai pos satpam di Sukun Transport,” ujar Burhamsyah R Wartono yang juga menjabat sebagai Manajer Marketing PR Sukun.

Selain memajang replika truk Sukun, both yang disediakan juga semakin mempesona dengan latar belakang Gunung Muria. Para peserta pun terlihat sangat antusias melakukan sesi foto di sana. Mereka bebas mengekspresikan gayanya bersama dengan tumpeng masing-masing.

Hasil foto tersebut juga dinilai tim juri, berdasarkan dari berbagai ekspresi yang diperlihatkan peserta. Sehingga peserta memang berlomba-lomba untuk menampilkan gaya sebaik mungkin, yang akan memikat dewan juri foto.

Tak hanya foto, pihak panitia juga memberikan puluhan doorprize di sela-sela waktu tunggu hasil penjurian. Hanya, doorprize kali ini tak diberikan berdasarkan tanya jawab. Melainkan dengan cara undian para peserta yang ikut meramaikan.

Selain doorprize, panitia juga menantang peserta untuk menghabiskan nasi tumpeng yang dibawa dalam waktu lima menit. Yang berhasil habis, dapat uang Rp 1 juta. Sontak, para peserta langsung berlomba menghabiskannya.

Setelah prosesi selesai, hasil penjurian pun akhirnya keluar. Tim Griyo Tengah berhasil meraih gelar juara. Mereka pun berhak mendapatkan uang senilai Rp 5 juta. Sedangkan peringkat dua di raih Tim Rumah Barat. Mereka pun membawa pulang hadiah uang senilai Rp 3,5 juta. Sementara di peringkat tiga diraih Tim Rumah Besar dengan hadiah Rp 2,5 juta. (*)

Tinggalkan komentar